Rabu, 12 November 2014

KURSI SUCI

4 April 2014 pukul 16:50

Aku bangga pada mu..
Sangatlah bangga..
Kau dengarkan suara kami..
Kau tampung setiap kata yang kami ucap..
Kau biarkan kami mengoceh bak burung di pagi hari
Kau hanya terdiam dan sesekali menjawab
Kata yang keluar bagaikan embun yang menetes pada dedaunan
dikala mentari sudah mulai terbangun
Terkadang senyum kau tebarkan bagaikan pagi
yang membuka cakrawala dunia
Maka kami titipkan kursi suci kami

Kami hanya mampu berkhotbah..

Berharap akan semua yang kami ucap tak hanya kau dengar
Berharap pula tak hanya kau dengar suara kami
Ucapkanlah yang kami suarakan
Suaraknlah yang kami ucapkan
Lihatlah kami disini yang selalu tersenyum mendengar khotbahmu
walu bibir sudah mulai membeku
Pandanglah kami disini yang tertatih-tatih melangkah
Menikmati kejamnya hidup yang memaksa kami untuk selalu tersenyum
walau air mata tak mau berhenti mengalir
Berikan kami perhatian mu

Disini kami bagaikan bayi yang tak tahu siapa orang tua kami

Janganlah engkau jual kami hanya untuk memenuhi permintaan nafsu mu
Akan ku titipkan kursi suci kami

Entah itu kau memahami..

Atau hanyalah kau anggap suatu kalimat tak bermakna..
Tak perlu pula kau dengar suara kami
Duduklah diatas kursi suci kami
Jadilah kami
Bersamalah dengan kami
Janganlah buat dirimu tak bermakana di mata kami
Jagalah baik-baik kursi suci kami


Tidak ada komentar:

Posting Komentar