Zaman telah menampakkan diri
Rumah-rumah telah berdiri kokoh nan tegak
Kini Sang tuan adalah pelayan
Masa telah mengabdikan diri
Pintu-pintu selalu terbuka
Sekarang Sang hamba adalah raja
Waktu telah menyiapkan diri
Alas merah sudah digelar
Untuk sang raja manapakkan kaki dengan leluasa
Indahnya kubah istana sudah diberikan
Hijaunya alam sudah ditayangkan
Kisah-kisah masa lalu sudah diceritakan
Harapan masa depan sudah ditintakan
Arah sudah ditunjukkan
Pengawal sudah berdiri di depan gerbang
Tapi kenapa
Sang raja masih saja
berleha di singgasananya ?
Entah kenapa
Sang raja masih saja
tak mengalihkan pandangan dari dayang-dayangnya ?
Terus kenapa
Sang raja hanya berdiam diri
dengan puisi-puisi palsunya ?
Dia, yang hanya tahu
istana adala dunianya
Dia, yang tak pernah mau
menggenggam gagang pintu untuk membukanya
Dia, yang tak pernah menjadikan dunia
sebagai istananya
Dia, yang tak pernah mau
mengepakkan sayap untuk mengarunginya
20 SEPTEMBER 2014
Pintu-pintu selalu terbuka
Sekarang Sang hamba adalah raja
Waktu telah menyiapkan diri
Alas merah sudah digelar
Untuk sang raja manapakkan kaki dengan leluasa
Indahnya kubah istana sudah diberikan
Hijaunya alam sudah ditayangkan
Kisah-kisah masa lalu sudah diceritakan
Harapan masa depan sudah ditintakan
Arah sudah ditunjukkan
Pengawal sudah berdiri di depan gerbang
Tapi kenapa
Sang raja masih saja
berleha di singgasananya ?
Entah kenapa
Sang raja masih saja
tak mengalihkan pandangan dari dayang-dayangnya ?
Terus kenapa
Sang raja hanya berdiam diri
dengan puisi-puisi palsunya ?
Dia, yang hanya tahu
istana adala dunianya
Dia, yang tak pernah mau
menggenggam gagang pintu untuk membukanya
Dia, yang tak pernah menjadikan dunia
sebagai istananya
Dia, yang tak pernah mau
mengepakkan sayap untuk mengarunginya
20 SEPTEMBER 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar